Siaran Pers |

Ketua DEN Gaungkan Gerakan Nasional Perlinsos Digital, Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergerak Menjadi Agen Pelayanan

Ketua DEN Gaungkan Gerakan Nasional Perlinsos Digital, Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergerak Menjadi Agen Pelayanan

Jakarta, 8 September 2026 – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyerukan sebuah gerakan nasional transformasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital guna memastikan bantuan negara benar-benar menyentuh lapisan masyarakat terbawah. 

Untuk memastikan kelancaran eksekusi di lapangan, pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat, aparatur kewilayahan, hingga aparatur sipil negara (ASN) untuk turun tangan dan mendaftarkan diri menjadi Agen Perlinsos.

Seruan ini disampaikan Luhut usai mengumpulkan Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, beserta jajaran Pangdam, Kapolda, hingga seluruh Dandim dari ketiga wilayah tersebut. Konsolidasi lintas instansi skala besar ini ditujukan untuk mempercepat pelaksanaan uji coba Perlinsos Digital yang saat ini tengah berjalan.

“Dalam pertemuan ini saya memberikan instruksi krusial: kita wajib memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif dengan melibatkan ASN, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Mengapa mereka? Karena aparat dan aparatur inilah ujung tombak negara yang sehari-hari berinteraksi langsung serta paling memahami kondisi warganya hingga tingkat tapak,” urai Luhut.

Lebih lanjut, Luhut memberikan jaminan bahwa birokrasi baru ini akan memangkas proses pengajuan bantuan yang selama ini harus melewati sekitar 7 tahapan berjenjang dan memakan waktu. Melalui sistem yang baru, warga bisa langsung mendaftar atau mengajukan sanggahan secara mandiri. Luhut juga menegaskan batasan wewenang dari para agen di lapangan agar terhindar dari penyalahgunaan.

“Terkait peran Agen Perlinsos, perlu saya pastikan juga bahwa mereka bukanlah pihak yang menentukan seseorang berhak menerima bantuan atau tidak. Tugas mereka murni sebagai 'loket pelayanan bergerak' yang membantu warga untuk mendaftar kapan saja dan di mana saja. Keputusan akhir sepenuhnya berjalan melalui verifikasi sistem otomatis yang obyektif berdasarkan integrasi data nasional,” tegasnya.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 4,3 juta Kepala Keluarga (KK) telah terdaftar di 258 kabupaten/kota yang menjadi lokasi piloting. Pemerintah memproyeksikan target pendaftaran mencapai 48 juta KK pada bulan Desember mendatang. Untuk mencapai target percepatan tersebut, khusus di wilayah Pulau Jawa dibutuhkan sekitar 250 ribu Agen Perlinsos.

Pemerintah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berkontribusi membantu sesama dalam gerakan kemanusiaan ini. Pendaftaran menjadi Agen Perlinsos dapat diakses secara mudah melalui portal resmi di https://agent-perlinsos.kemensos.go.id.

“Tujuan dari upaya ini sederhana: jangan sampai ada masyarakat yang berhak, tetapi tidak mendapatkan bantuan hanya karena tidak tercatat atau kesulitan mengakses sistem. Birokrasi harus semakin dekat, melayani dengan mudah sehingga bantuan sosial diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” tutup Luhut.

Bagikan