Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Tw II 2026 diprakirakan tetap kuat namun lebih rendah dari Tw I 2026. Konsumsi rumah tangga diprakirakan melambat sejalan dengan berakhirnya festive season dan peningkatan inflasi akibat harga BBM. Investasi diprakirakan tetap kuat, utamanya ditopang oleh investasi pemerintah. Adapun konsumsi pemerintah diprakirakan tetap menopang perekonomian pada Tw II.
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan mencatatkan defisit pada Mei 2026, terutama disebabkan oleh impor yang tumbuh tinggi di tengah kontraksi ekspor. Inflasi naik, baik pada level konsumen menjadi 3,3% YoY maupun pada level perdagangan besar menjadi 6,5% YoY pada Juni 2026. Nilai tukar terdepresiasi rata-rata sekitar 9,0% YoY pada Juni 2026. Merespons perkembangan tersebut, BI-Rate telah dinaikkan menjadi 5,75% pada Juni 2026 untuk mendukung stabilitas nilai tukar dan menjaga inflasi tetap dalam rentang kisaran target. Di tengah kenaikan BI-Rate, kredit dan DPK tetap tumbuh meningkat pada Mei 2026, mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.
Indikator Ekonomi
Jul 22, 2026
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Juli 2026
Author
Tenaga Profesional
Dewan Ekonomi Nasional
Publikasi Terkait
Lihat Semua Publikasi →
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Oktober 2025
I Made Krisna Gupta
20 Oct 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Desember 2025
I Made Krisna Gupta
16 Dec 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan November 2025
Luthfi Ridho
10 Nov 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Februari 2026
Luthfi Ridho
10 Feb 2026