Siaran Pers |

Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia Menandatangani Nota Kesepahaman dengan ERIA

Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia Menandatangani Nota Kesepahaman dengan ERIA

Jakarta, 5 Agustus 2026: Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kemitraan ini membentuk kerangka kolaborasi strategis untuk mendukung prioritas pembangunan jangka panjang Indonesia melalui riset kebijakan berbasis bukti dan kerja sama kawasan.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto dan Chief Operating Officer ERIA, Takayuki Yamanaka, yang disaksikan oleh Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan; Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe; serta Wakil Ketua DEN sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Prof. Mari Elka Pangestu.

Perjanjian ini membentuk kerangka kerja sama yang lebih erat antara DEN dan ERIA dalam mendukung prioritas pembangunan ekonomi jangka panjang Indonesia. Melalui MoU tersebut, kedua pihak akan bekerja sama pada isu-isu strategis, termasuk kebijakan industri, kecerdasan artifisial, mineral strategis, ketahanan energi, ketahanan rantai pasok, serta integrasi ekonomi yang lebih dalam dengan ASEAN dan Asia Timur.

Dalam sambutannya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan dua bidang riset yang dinilai dapat langsung dikerjakan. Bidang pertama adalah teknologi pemerintahan (GovTech). Indonesia tengah membangun ekosistem GovTech terintegrasi yang ditopang kecerdasan artifisial, dan Luhut menegaskan bahwa manfaatnya tidak berhenti di lingkungan pemerintahan. "Program ini sangat penting bagi rakyat Indonesia. Bukan hanya bagi pemerintah, melainkan bagi seluruh bangsa," ujarnya. Karena ekosistem tersebut sudah mulai berjalan, menurutnya riset tidak perlu dimulai dari nol.

Bidang kedua adalah ketahanan pangan. Indonesia telah memiliki kapasitas riset dalam negeri untuk meningkatkan produktivitas pertanian, dan Luhut melihat peluang besar untuk menggandeng keahlian Jepang di bidang ini.

Sementara itu, Presiden ERIA, Watanabe dalam sambutannya menegaskan kembali komitmen ERIA untuk mendukung agenda pembangunan Indonesia. "Sebagai organisasi internasional yang berkantor pusat di Jakarta, ERIA memiliki tanggung jawab khusus untuk mendukung Indonesia," ujarnya. "Kami siap menggerakkan jaringan dan keahlian di bidang kawasan yang kami miliki untuk membantu menerjemahkan gagasan besar menjadi solusi kebijakan berbasis bukti, sekaligus memperkuat kepemimpinan Indonesia di kawasan."

Setelah acara penandatanganan, Presiden ERIA Watanabe dan Wakil Ketua DEN Prof. Mari Elka Pangestu menggelar talkshow bertajuk "Sound Economic Analysis for Indonesia and the Region in an Era of Global Disruption". Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, diskusi tersebut membahas pentingnya analisis ekonomi yang cermat dan berbasis bukti dalam membantu Indonesia dan negara kawasan merespons ketegangan perdagangan, gangguan rantai pasok, serta berbagai tantangan global lainnya.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama, serta menjadi landasan bagi kerja sama berkelanjutan antara ERIA dan DEN. Melalui kemitraan ini, kedua lembaga bermaksud mendukung transformasi ekonomi Indonesia sekaligus berkontribusi pada penguatan kerja sama negara kawasan dan pembangunan berkelanjutan di ASEAN dan Asia Timur.

Bagikan