Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 diprakirakan tetap kuat, namun akan melambat dibandingkan dengan capaian pada Triwulan I 2026. Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang menurun seiring dengan berakhirnya festive season serta adanya tekanan inflasi akibat penyesuaian harga BBM. Meski demikian, kinerja ekonomi diperkirakan tetap ditopang oleh konsumsi pemerintah dan investasi yang tetap kuat, terutama yang bersumber dari belanja pemerintah.
Dari sisi eksternal, Neraca Pembayaran Indonesia pada Triwulan I 2026 mencatatkan defisit yang lebih dalam, yakni sebesar USD9,1 miliar, akibat pelebaran defisit transaksi berjalan serta defisit pada transaksi modal dan finansial. Perkembangan terkini pada April 2026 juga menunjukkan penurunan neraca perdagangan yang dipicu oleh kenaikan impor yang melampaui pertumbuhan ekspor. Kondisi ini diikuti oleh tren inflasi yang meningkat pada Mei 2026, dengan inflasi tingkat konsumen mencapai 3,1% YoY dan tingkat perdagangan besar sebesar 5,8% YoY, serta depresiasi nilai tukar rata-rata sebesar 6,6% YoY. Sebagai respons terhadap perkembangan tersebut, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebesar 75 bps menjadi 5,50% hingga 9 Juni 2026.
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.
Indikator Ekonomi
Jun 23, 2026
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Juni 2026
Author
Tenaga Profesional
Dewan Ekonomi Nasional
Publikasi Terkait
Lihat Semua Publikasi →
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Oktober 2025
I Made Krisna Gupta
20 Oct 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Desember 2025
I Made Krisna Gupta
16 Dec 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan November 2025
Luthfi Ridho
10 Nov 2025
Indikator Ekonomi
Laporan Data Visual Dewan Ekonomi Nasional Bulan Februari 2026
Luthfi Ridho
10 Feb 2026