Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39% (YoY) pada Triwulan IV 2025, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,04% (YoY) serta melampaui konsensus pasar.
Pertumbuhan tersebut terutama bersumber dari konsumsi rumah tangga yang meningkat, sejalan dengan stimulus pemerintah, pemberantasan judi online, serta perbaikan penyaluran bantuan sosial. Selain itu, pertumbuhan juga didukung oleh investasi, yang terdorong oleh pelaksanaan program strategis pemerintah dan kebijakan hilirisasi.
Sementara itu, konsumsi pemerintah mengalami perlambatan seiring dengan kinerja APBD yang lebih rendah dari prakiraan. Net ekspor juga tercatat terkontraksi.
Dari sisi eksternal, surplus neraca perdagangan sedikit menurun pada Desember 2025. Ekspor tumbuh lebih tinggi, terutama didorong oleh peningkatan ekspor nikel dan CPO. Impor juga meningkat, khususnya impor barang modal, yang mengindikasikan perbaikan investasi domestik.
Penyaluran kredit tetap tumbuh tinggi pada Desember 2025, terutama didorong oleh kredit modal kerja dan kredit investasi.
Perkembangan terkini menunjukkan inflasi meningkat menjadi 3,55% pada Januari 2026, terutama akibat low base effectdari diskon tarif listrik pada tahun sebelumnya. Nilai tukar juga melemah pada Januari 2026, antara lain dipengaruhi oleh arus keluar (outflow) di pasar saham.
Sementara itu, BI-Rate tetap berada pada level 4,75% pada Januari 2026.