Harga Brent naik menjadi USD76,13/barel (29,7% YtD) pada Jumat, 10 Juli 2026 karena eskalasi militer AS-Iran. Ekspor AS meningkat 12,6% YoY pada Mei 2026, sementara impor naik 13,3% YoY ke level tertinggi sejak Maret 2025. Inflasi konsumen Tiongkok melambat menjadi 1,0% YoY pada Juni 2026 dari 1,2% YoY pada Mei, sejalan dengan demand keseluruhan yang masih terbatas. IMF merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,0% pada 2026 dalam World Economic Outlook Juli 2026.
Dari sisi domestik, IMF memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil 5,0% YoY pada 2026 dalam World Economic Outlook Juli 2026, tidak berubah dari outlook April 2026. Penjualan sepeda motor tumbuh 1,1% YoY pada Juni 2026. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia turun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari 120,9 pada Mei, sementara angka sementara penjualan ritel terkontraksi 4,4% YoY pada Juni 2026. Belanja negara tumbuh 17,8% YoY (43,1% APBN 2026). Posisi cadangan devisa meningkat sekitar USD0,7 miliar menjadi USD145,6 miliar pada Juni 2026, sementara Uang Primer (M0) tumbuh melambat menjadi 14,1% YoY pada Juni 2026
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.
Buletin Mingguan
Jul 13, 2026
Weekly Newsletter Minggu II Juli 2026
Author
Tenaga Profesional
Dewan Ekonomi Nasional