Laporan mingguan ini menyajikan pembaruan kondisi ekonomi domestik dan global untuk periode 27 Maret–2 April 2026. Secara global, eskalasi konflik AS–Iran terus menekan pasokan energi dan mendorong harga minyak Brent bertahan di atas USD110/barel, sementara OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8% untuk 2026. Di sisi domestik, PMI Manufaktur Indonesia turun ke 50,1, inflasi IHK tercatat 3,48% YoY, dan surplus neraca perdagangan naik menjadi USD1,3 miliar pada Februari 2026. Nilai tukar rupiah terdepresiasi ke Rp17.015/USD, sementara IHSG melemah ke level 7.026,8. Laporan ini juga membahas kebijakan efisiensi energi pemerintah, termasuk penerapan WFH satu hari per minggu dan optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai respons terhadap tekanan geopolitik global.
Buletin Mingguan
Apr 07, 2026
Weekly Newsletter Minggu I April 2026
Author
Tenaga Profesional
Dewan Ekonomi Nasional