Background
Ringkasan Ekonomi May 22, 2026

Perkembangan Uang Beredar April 2026

Author

Kurniawati Yuli Ashari

Tenaga Ahli Madya

Co-Author

Muhammad Haikal

Tenaga Terampil

Farhannur

-

Perkembangan Uang Beredar April 2026

1.⁠ ⁠Uang primer (M0) tetap tumbuh double digit sesuai komitmen Bank Indonesia. M0 tumbuh meningkat menjadi 14,1% YoY pada April 2026 dari 11,8% YoY pada Maret 2026. Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya pertumbuhan uang kartal yang diedarkan serta penempatan bank pada instrumen Operasi Moneter (OM) Bank Indonesia.

2.⁠ ⁠M1 tumbuh melambat, terindikasi akibat pengeluaran korporasi untuk pembayaran pajak dan aktivitas operasional. M1 tumbuh 13,6% YoY pada April 2026, lebih rendah dari 14,4% YoY pada Maret 2026. Perlambatan terutama berasal dari melambatnya pertumbuhan giro Rupiah, terutama pada nasabah korporasi.

3.⁠ ⁠Uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat, likuiditas perekonomian tetap memadai. M2 tumbuh melambat menjadi 9,2% YoY pada April 2026, dari 9,7% YoY pada Maret 2026. Perlambatan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya dana korporasi, salah satunya untuk kebutuhan pembayaran pajak.

4.⁠ ⁠Perlambatan M2 juga tercermin dari melambatnya Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK bank umum dan BPR tumbuh melambat menjadi 9,5% YoY pada April 2026 dari 10,7% YoY pada Maret 2026. Perlambatan terutama disebabkan oleh turunnya giro pada nasabah korporasi, sementara tabungan dan deposito masih tumbuh meningkat.

5.⁠ ⁠Di sisi lain, kredit bank umum dan BPR tumbuh meningkat. Kredit tumbuh menjadi 9,4% YoY pada April 2026 dari 8,9% YoY pada Maret 2026. Peningkatan terutama bersumber dari Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi (KK), di tengah perlambatan Kredit Investasi (KI) yang tetap tumbuh tinggi.

6.⁠ ⁠Peningkatan KMK mengindikasikan mulai meningkatnya aktivitas korporasi. KMK tumbuh meningkat menjadi 5,8% YoY pada April 2026 dari 4,0% YoY pada Maret 2026, terutama didorong oleh sektor industri pengolahan serta sektor keuangan, real estat, dan jasa perusahaan. Kredit sektor pertambangan juga kembali tumbuh positif setelah sebelumnya terkontraksi sejak Mei 2025.

7.⁠ ⁠Money multiplier meningkat, mengindikasikan membaiknya transmisi likuiditas bank sentral ke penyaluran kredit. Money multiplier M2 terhadap M0 meningkat menjadi 5,7 pada April 2026 dari 5,3 pada Maret 2026. Peningkatan ini sejalan dengan naiknya pertumbuhan kredit dan turunnya giro bank umum di BI, yang mengindikasikan penggunaan likuiditas perbankan untuk mendukung penyaluran kredit.

8.⁠ ⁠Ke depan, likuiditas perekonomian diprakirakan tetap memadai. Bank Indonesia tetap memastikan M0 tumbuh double digit. Selain itu, penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) juga diharapkan dapat menahan kenaikan suku bunga kredit di tengah kenaikan BI-Rate. Dengan demikian, kredit diharapkan tetap tumbuh tinggi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yang berdampak pada tetap tingginya pertumbuhan M2.

Bagikan