Buletin Mingguan Oct 16, 2026

Weekly Newsletter Minggu II Okt 2026

Weekly Newsletter Minggu II Okt 2026
Permintaan global terkait AI terus mendorong aktivitas industri semikonduktor dan perdagangan elektronik.

Author

Tenaga Profesional

Dewan Ekonomi Nasional

Inflasi AS meningkat menjadi 3,7% YoY pada September 2026 didorong kenaikan harga bensin yang meningkat. Indeks penjualan ritel AS tumbuh 6,3% YoY pada September 2026 dari 5,5% YoY pada Agustus 2026. Enam senator Republik mengirim surat kepada Presiden Trump untuk membatalkan rencana impor diesel dari Rusia. Di sisi lain, Inflasi Harga Produsen (IHP) Tiongkok meningkat 5,0% YoY pada September 2026 didorong kenaikan harga minyak dan komponen elektronik terkait AI. Surplus perdagangan Tiongkok melebar menjadi USD133,5 miliar pada September 2026. Ekspor tumbuh 36,3% YoY, ditopang permintaan global terkait AI, terutama sirkuit terpadu (IC) yang naik 136% YoY. Impor juga meningkat 31,0% YoY, didorong pengadaan bahan baku industri, serta komponen elektronik terkait AI.

Dari sisi domestik, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,1% (vs. 5,0% di proyeksi Juli 2026), dengan inflasi Indonesia diprakirakan mencapai 3,3%. Produksi rokok nasional mencapai 27,2 miliar batang, naik 4,6% YoY pada September 2026. Indonesia Crude Price (ICP) mencapai USD 112,81/barel (68,% YoY) pada September 2026. Angka tersebut naik USD23,38 dibandingkan nilai bulan sebelumnya sebesar USD89,43 per barel (26,1% MtM). Morgan Stanley Capital International(MSCI) membuka konsultasi mengenai usulan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market (lebih rendah dari Frontier Market). Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh meningkat menjadi 5,6% YoY pada Agustus 2026.

Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini. 

Bagikan

Publikasi Terkait

Lihat Semua Publikasi →