Produksi industri AS sedikit melambat menjadi 1,1% YoY pada Juli 2026, antara lain akibat produksi kendaraan yang terkontraksi 2,1%. Utilisasi kapasitas sedikit meningkat menjadi 76,3%, mencerminkan permintaan yang tetap kuat di tengah kenaikan biaya input dan gangguan rantai pasok. Di sisi lain, produksi industri dan penjualan ritel Tiongkok masing-masing melambat menjadi 4,5% YoY dan 0,6% YoY, akibat lemahnya permintaan domestik dan gangguan cuaca ekstrem. Fix asset investment Tiongkok terkontraksi lebih dalam menjadi 6,7% YoY, terendah sejak April 2020. Sementara itu, ekspektasi konsensus tetap 1 kali kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada 2026, pasca rilis Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes.
Dari sisi domestik, pemerintah menargetkan penerimaan PPN dan PPnBM tumbuh 13.4% YoY di RAPBN 2027, seiring konsumsi domestik dan aktivitas produksi yang tetap kuat. Pemerintah menaikkan anggaran pendidikan sebesar 13,9% YoY di RAPBN 2027. BI-Rate dipertahankan sebesar 5,75% pada RDG 18–19 Agustus 2026, sejalan dengan ekspektasi konsensus. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tercatat defisit sebesar USD0,9 miliar pada Tw. II 2026, lebih kecil dibandingkan defisit sebesar USD9,1 miliar pada Tw. I 2026.
Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini.
Weekly Newsletter
Aug 21, 2026
Weekly Newsletter Minggu III Agustus 2026
Authors
Tenaga Profesional
Dewan Ekonomi Nasional