Economic Brief Jul 08, 2026

Trade Brief bulan Mei 2026

Trade Brief bulan Mei 2026

Authors

Gaffari Ramadhan

Executive Director for Economic Strategy and Policy

Co-Authors

Kurniawati Yuli Ashari

Tenaga Ahli Madya

Sevi Tyas Murti Vinastya

Tenaga Ahli Muda

M. Husni Abdul Fatah

Tenaga Terampil

  • Neraca perdagangan barang defisit USD1,6 miliar pada Mei 2026 disebabkan oleh pelebaran defisit neraca perdagangan migas. Defisit neraca perdagangan barang Indonesia mengalami defisit setelah surplus selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Kondisi ini tidak terlepas dari harga energi global yang tinggi sebagai dampak ketidakpastian akibat konflik geopolitik di Timur Tengah sebelum berlangsungnya kesepatan damai Iran dan AS pada pertengahan Juni 2026.
  • Nilai ekspor terkontraksi dipengaruhi pelemahan permintaan ekspor komoditas utama dari mitra dagang, seperti Crude Palm Oil (CPO) dan besi baja. Nilai ekspor terkontraksi 5,7% YoY pada Mei 2026, setelah sebelumnya tumbuh 22,0% YoY pada April 2026. Penurunan kinerja ekspor salah satunya dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global. Di sisi lain, kinerja ekspor masih dapat ditopang oleh tetap meningkatnya nilai ekspor nikel dan turunannya (HS 75), bahan bakar mineral (HS 27) serta berbagai produk kimia (HS 38).
  • Nilai impor tumbuh meningkat terutama didorong oleh kenaikan harga dan peningkatan impor bahan baku/penolong serta barang modal. Nilai impor bahan baku/penolong serta barang modal melanjutkan peningkatan disebabkan oleh kenaikan harga impor input produksi. Impor barang modal tumbuh meningkat, didukung oleh belanja modal Pemerintah dan investasi sektor swasta. Adapun, Impor barang konsumsi tumbuh melambat namun tetap tinggi.

Share

Related Publications

View All Publications →