Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Januari 2026 mencerminkan strategi pump-priming fiskal yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan inklusif. Belanja negara tumbuh 25,7% YoY mencapai Rp227,3 triliun, didorong oleh akselerasi belanja sejak awal tahun sebagai upaya optimalisasi fiscal multiplier. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkontribusi pada 20% dari total realisasi belanja di Januari 2026. Di sisi penerimaan, pajak tumbuh 30,7% YoY menjadi Rp116,2 triliun, utamanya dari PPN/PPnBM dan PPh badan, yang mengindikasikan pemulihan permintaan domestik. Namun demikian, penurunan PNBP sebesar 20,4% YoY dan cukai 12,4% YoY menjadi tantangan tersendiri. Defisit anggaran tercatat sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21% PDB, tertinggi sejak 2016, dengan pembiayaan utang mencapai Rp127,3 triliun. Optimalisasi penerimaan negara melalui penguatan perpajakan berbasis konsumsi, peningkatan kinerja PNBP, serta penegakan kepabeanan menjadi prioritas utama guna menjaga defisit di bawah ambang batas 3% PDB.
Ringkasan Ekonomi
Mar 12, 2026
APBN Januari 2026: Pump-Priming Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Inklusif
Publikasi Terkait
Lihat Semua Publikasi →
21 Oct 2025
Ringkasan Ekonomi
Penempatan Uang Negara Di Bank Himbara Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Penempatan Uang Negara Di Bank Himbara Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Menteri Keuangan memindah...
02 Dec 2025
Ringkasan Ekonomi
Analisis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 dan Keseluruhan Tahun 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III 2025 tetap kuat sebesar 5,04% YoY, ditopang oleh lon...
23 Jan 2026
Ringkasan Ekonomi
Transisi Pemerintahan dan Ketidakpastian Global
Realisasi pendapatan negara tercatat 91,7% dari target, di tengah ketidakpastian global yang b...
09 Mar 2026
Ringkasan Ekonomi
Pemulihan Kondisi Ketenagakerjaan di Tengah Tantangan Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,7% pada November 2025, melanjutkan tren penurunan pasca pand...