Background
Ringkasan Ekonomi Mar 12, 2026

APBN Januari 2026: Pump-Priming Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Inklusif

Author

Alfan Mansur

Tenaga Ahli Madya

Co-Author

Shakuntala Anjani Nindraswari

Tenaga Terampil

Luthfi Ridho

Tenaga Ahli Utama

Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Januari 2026 mencerminkan strategi pump-priming fiskal yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan inklusif. Belanja negara tumbuh 25,7% YoY mencapai Rp227,3 triliun, didorong oleh akselerasi belanja sejak awal tahun sebagai upaya optimalisasi fiscal multiplier. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkontribusi pada 20% dari total realisasi belanja di Januari 2026. Di sisi penerimaan, pajak tumbuh 30,7% YoY menjadi Rp116,2 triliun, utamanya dari PPN/PPnBM dan PPh badan, yang mengindikasikan pemulihan permintaan domestik. Namun demikian, penurunan PNBP sebesar 20,4% YoY dan cukai 12,4% YoY menjadi tantangan tersendiri. Defisit anggaran tercatat sebesar Rp54,6 triliun atau 0,21% PDB, tertinggi sejak 2016, dengan pembiayaan utang mencapai Rp127,3 triliun. Optimalisasi penerimaan negara melalui penguatan perpajakan berbasis konsumsi, peningkatan kinerja PNBP, serta penegakan kepabeanan menjadi prioritas utama guna menjaga defisit di bawah ambang batas 3% PDB.

Bagikan