Jakarta, 7 Januari 2026 — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi bersama Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta pimpinan lembaga riset lainnya guna membahas percepatan agenda ketahanan pangan nasional.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam forum retreat di Hambalang, yang menekankan pentingnya percepatan dan integrasi riset untuk mendukung kemandirian pangan nasional.
“Presiden sudah menyampaikan dengan sangat jelas: tidak boleh ada lagi agenda riset yang berjalan lambat. Karena itu, pendekatan kita tidak bisa lagi sektoral. Kita harus satukan kekuatan seluruh lembaga riset, dari BRIN, IPB, UGM, IT Del, hingga TSTH2. Kalau semua bersinergi, saya yakin kita bisa membuat lompatan besar untuk ketahanan pangan nasional,” tegas Luhut.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah dukungan terhadap riset pengembangan bibit bawang putih unggul, sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor benih dan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara swasembada bawang putih, seperti yang pernah dicapai pada 1995.
Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga menekankan pentingnya pendekatan riset berbasis sains dan teknologi, termasuk pemanfaatan superkomputer H200 dan B200, serta mesin genomik T7 terintegrasi yang saat ini tengah disiapkan di kawasan TSTH2 (Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura) sebagai pusat kolaborasi nasional dalam pengembangan varietas unggul tanaman hortikultura dan herbal.
Selain itu, Presiden Prabowo juga telah memberikan arahan khusus mengenai pentingnya pembangunan Genebank nasional dan penguatan seeding industry di dalam negeri. Komitmen tersebut ditegaskan dengan kehadiran Kepala BPOM dalam rapat, yang menunjukkan dukungan terhadap pengembangan produk herbal lokal dan upaya untuk memastikan regulasi menjadi lebih adaptif terhadap kemajuan inovasi berbasis riset.
DEN juga mendorong BRIN untuk segera menyusun peta kesesuaian lahan terpadu guna memastikan seluruh hasil riset dapat langsung diimplementasikan secara terarah dan efektif di lapangan.
“Semua langkah ini adalah bagian dari Astacita Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Harapan saya, saat Presiden berkunjung ke TSTH2 pada Oktober nanti, kita tidak lagi bicara rencana, tapi sudah bisa menunjukkan ekosistem riset yang berjalan dan mulai membuahkan hasil nyata,” pungkas Luhut.

