Surplus neraca perdagangan barang meningkat menjadi USD3,3 miliar pada akhir Kuartal I 2026, terutama didorong oleh penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor. Ekspor terkontraksi sebesar -3,1% YoY, antara lain dipengaruhi oleh perlambatan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan besi baja, serta berkurangnya hari kerja selama periode libur Idulfitri.
Sementara itu, pertumbuhan impor melambat menjadi 1,5% YoY, terutama dipengaruhi oleh normalisasi permintaan barang konsumsi pasca periode menjelang Idulfitri, serta berkurangnya hari kerja yang menahan aktivitas produksi dan pengiriman barang.