- BI-Rate tetap sebesar 5,75% pada RDG September 2026, dengan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility masing-masing sebesar 4,75% dan 6,50%. Keputusan ini ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026–2027, setelah BI-Rate dinaikkan sebesar 100 bps selama Tw. II 2026.
- Tekanan inflasi meningkat, meski masih dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK naik menjadi 3,19% YoY pada Agustus 2026 dari 2,88% YoY pada Juli 2026, terutama didorong kenaikan inflasi volatile food dan inflasi inti. Ke depan, tekanan inflasi dibayangi risiko dari kenaikan harga energi seiring harga Brent naik 9,7% MtD menjadi USD99,3/barel per 22 September 2026, serta risiko El Niño terhadap produksi pangan.
- Nilai tukar Rupiah melemah seiring aliran modal keluar nonresiden. Rupiah terdepresiasi sekitar 0,9% MtD menjadi Rp17.872/USD pada 22 September 2026. Tekanan tersebut disertai net outflow SRBI sebesar Rp13,1 triliun MtD per 17 September 2026 dan pasar saham sebesar Rp4,2 triliun MtD per 22 September 2026. Sebaliknya, pasar SBN masih mencatatkan net inflow sebesar Rp2,3 triliun MtD per 22 September 2026.
- Bank Indonesia memperkuat stabilisasi Rupiah melalui intervensi valas dan peningkatan insentif lindung nilai. Intervensi dilakukan melalui spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic NDF (DNDF). Posisi cadangan devisa tetap memadai sekitar USD146,5 miliar pada Agustus 2026, setara 5,4 bulan impor. Meskipun Bank Indonesia tidak menaikkan suku bunga, insentif pengurangan premi ditingkatkan secara progresif untuk mendorong inflow dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah. Insentif pengurangan premi swap dan DNDF lindung nilai dinaikkan lebih tinggi untuk tenor yang lebih panjang.
- Pertumbuhan kredit meningkat, terutama ditopang oleh kredit investasi. Kredit perbankan tumbuh 13,65% YoY pada Agustus 2026, naik dari 13,58% YoY pada Juli 2026. Kredit investasi tumbuh meningkat menjadi 25,11% YoY, sementara pertumbuhan kredit modal kerja dan konsumsi melambat masing-masing menjadi 11,45% YoY dan 5,07% YoY.
- Likuiditas perbankan tetap memadai, meski terindikasi sedikit turun. Pertumbuhan DPK melambat menjadi 10,94% YoY pada Agustus 2026 dari 11,21% YoY pada Juli 2026, sementara rasio AL/DPK turun tipis menjadi 23,0% dari 23,1%. Penempatan dana perbankan pada operasi moneter BI masih tinggi sekitar Rp771 triliun per 18 September 2026. Namun, pertumbuhan DPK yang lebih rendah dibandingkan kredit berpotensi membatasi ruang penyaluran kredit.
- Bank sentral beberapa negara maju mulai menaikkan suku bunga, kebijakan moneter global cenderung hawkish. The Fed, ECB, dan Bank of Japan masing-masing menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada September 2026. FFR naik menjadi 3,75–4,00%, sementara dot plot September mengindikasikan satu kali kenaikan tambahan sebesar 25 bps hingga akhir 2026. Kenaikan suku bunga di negara maju menurunkan interest rate differential, sehingga berpotensi mendorong capital outflow dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
- Ke depan, kebijakan moneter diprakirakan tetap pro-stability dengan dukungan kebijakan makroprudensial yang akomodatif. BI diprakirakan tetap fokus untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui instrumen lain di luar suku bunga. Interest rate differential dipandang tetap terjaga seiring dengan langkah pre-emptive Bank Indonesia yang telah menaikkan BI-Rate sebesar 100 bps selama Tw. II 2026. Dukungan likuiditas diperkuat melalui KLM untuk Pendalaman Pasar Uang maksimal 2% dari DPK bagi bank yang memenuhi kriteria serta penurunan frekuensi lelang SRBI menjadi dua minggu sekali. Penguatan RPIM mulai 1 Oktober 2026 juga disiapkan untuk mendorong pembiayaan sektor inklusif dan berkelanjutan.
Ringkasan Ekonomi
Sep 23, 2026
Monetary Brief September 2026
Author
Kurniawati Yuli Ashari
Tenaga Ahli Madya
Gaffari Ramadhan
Direktur Eksekutif Bidang Strategi dan Kebijakan Ekonomi
Muhamad Haikal
Tenaga Terampil
Agus Tio Faizal Nizar
-
Publikasi Terkait
Lihat Semua Publikasi →
Ringkasan Ekonomi
Penempatan Uang Negara Di Bank Himbara Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Kurniawati Yuli Ashari
21 Oct 2025
Ringkasan Ekonomi
Analisis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2025 dan Keseluruhan Tahun 2025
Teresa Hutabarat
02 Dec 2025
Ringkasan Ekonomi
Pemulihan Kondisi Ketenagakerjaan di Tengah Tantangan Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
Bertha Fania Maula
09 Mar 2026