Buletin Mingguan Oct 02, 2026

Weekly Newsletter Minggu V Sep 2026

Weekly Newsletter Minggu V Sep 2026

Author

Tenaga Profesional

Dewan Ekonomi Nasional

Harga Brent turun menjadi USD102,3/barel (68,0% YtD) pada Jumat, 02 Oktober 2026. Ekspor minyak dari Timur Tengah selama September mencatat pemulihan hingga mendekati kondisi normal (mencapai 98,5% dari level 2025). Inflasi PCE AS relatif stabil di 3,4% YoY pada Agustus 2026. Peningkatan inflasi AS pada Agustus utamanya didorong oleh kenaikan harga energi dan jasa transportasi. Di sisi lain, laba industri Tiongkok melambat menjadi 4,2% YoY pada Agustus 2026, seiring lemahnya permintaan domestik. Sektor elektronik tetap menjadi penopang utama, didukung oleh booming AI dan kenaikan harga komoditas. Fenomena El Niño berpotensi membuat pasar gula global menjadi defisit pada musim panen 2026/2027. PMI Manufaktur global meningkat menjadi 53,0 pada September 2026, dari 52,3 pada Agustus 2026, tertinggi sejak Februari 2022.

Dari sisi domestik, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.435,1 T  (8,9% YoY) dan belanja negara diprakirakan sebesar Rp4.106,3 T (6,9% YoY) dengan defisit sebesar 2,4% terhadap PDB. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) naik menjadi 3,28% pada September 2026 dari 3,19% YoY pada Agustus 2026. Kenaikan didorong oleh inflasi harga bergejolak (volatile food/VF) menjadi 5,03% YoY dari 4,06% YoY. PMI Manufaktur Indonesia kembali ke zona ekspansi sebesar 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus 2026. Ekspor tumbuh meningkat menjadi sebesar 6,7% YoY pada Agustus 2026 dari 6,0% YoY pada bulan sebelumnya. Impor tumbuh melambat menjadi 19,1% YoY pada Agustus 2026 dari 27,0% YoY pada bulan sebelumnya. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) meningkat menjadi 6,3% YoY pada Agustus 2026, sementara, jumlah wisatawan nasional (wisnas) terkontraksi menjadi 6,0% YoY.

Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran di bawah ini. 

Bagikan

Publikasi Terkait

Lihat Semua Publikasi →