Economic Brief Sep 15, 2026

Pemantauan Harga Pangan Minggu Ke-2 September 2026

Pemantauan Harga Pangan Minggu Ke-2 September 2026

Authors

Gaffari Ramadhan

Executive Director for Economic Strategy and Policy

Artstein Dhimathera

Analyst

Ahmad Adi Nugroho

Advisor

1. Perkembangan Harga Pangan
  • Secara bulanan (MtM), harga beberapa komoditas hortikultura meningkat tinggi. Harga cabai rawit dan cabai merah masing-masing meningkat sebesar 37,8% MtM dan 26,8% MtM. Peningkatan harga cabai terjadi karena krisis ketersediaan air yang dipicu oleh cuaca sangat panas dan fenomena El Niño.
  • Secara tahunan (YoY), tekanan harga tertinggi terjadi pada cabai rawit dan cabai merah. Harga cabai rawit (65,2% YoY) dan cabai merah (13,9% YoY) mencatat peningkatan tertinggi. Cabai rawit dan cabai merah masing-masing mencatat sebanyak 260 & 233 Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan IPH, meningkat dari 251 dan 186 pada minggu sebelumnya.
  • Di sisi lain, harga daging ayam ras juga meningkat sebesar 9,1% YoY, tercatat 227 kabupaten/kota mengalami peningkatan harga daging ayam ras.
  • Harga minyak goreng meningkat sebesar 9,3% YoY, didorong oleh kuatnya permintaan impor global serta kekhawatiran mengenai dampak kondisi terkait El Niño terhadap prospek produksi.
  • Sementara, harga daging sapi tercatat meningkat sebesar 8,1% YoY. Harga meningkat akibat kendala distribusi serta masih rendahnya realisasi impor, yang hanya mencapai 43% per 31 Agustus 2026.

2. Faktor Utama Pendorong Pergerakan Harga
  • Dari sisi global, harga minyak mentah meningkat ke sekitar USD 107 per barel pada tanggal 14 September 2026, dengan tensi geopolitik meningkat dengan terjadinya serangan pada jalur vital pipa minyak Arab Saudi.
  • Dari sisi domestik, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada September 2026 masih menjadi fase kritis kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meluasnya titik panas (hotspot) dan sebaran asap di Sumatera dan Kalimantan, serta El Niño yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.

3. Implikasi Kebijakan
  • Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mengatasi kenaikan harga pangan. Program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dilakukan untuk mengurangi gejolak harga cabai rawit, yaitu memobilisasi stok dari daerah surplus ke daerah defisit dengan melibatkan petani binaan Kementan.
  • Bapanas pertajam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dengan menambah alokasi 1 juta ton beras medium guna mencegah kekosongan pasokan beras terjangkau hingga akhir 2026. Program SPHP beras 2026 yang dimulai Maret dengan target 828 ribu ton dan anggaran subsidi Rp4,97 triliun telah terealisasi 758 ribu ton (91,55 persen) per 7 September.
  • Dengan perkembangan harga pangan hingga Minggu II September 2026, inflasi volatile foods (VF) diprakirakan meningkat. Berdasarkan perkembangan harga pangan yang dipantau dalam laporan ini, inflasi VF September 2026 diperkirakan akan naik sekitar 1,7 poin persentase (ppt), dengan peningkatan inflasi IHK sebesar 0,3 ppt.
 

 

Share