Economic Brief Sep 28, 2026

Pemantauan Harga Pangan Minggu IV September 2026

Pemantauan Harga Pangan Minggu IV September 2026

Authors

Gaffari Ramadhan

Executive Director for Economic Strategy and Policy

Ahmad Adi Nugroho

Advisor

Amanda A. Joesoef

Junior Advisor

1. Perkembangan Harga Pangan
- Secara bulanan (MtM), harga beberapa komoditas hortikultura meningkat tinggi. Harga cabai merah dan cabai rawit masing-masing meningkat 27,1% MtM dan 26,1% MtM. Peningkatan harga cabai didorong oleh kemarau panjang di sentra produksi yang dipicu oleh El Niño.
- Secara tahunan (YoY), tekanan harga tertinggi terjadi pada cabai rawit (76,5% YoY) dan cabai merah (12,3% YoY) didorong oleh gangguan produksi dan persoalan rantai pasok.
- Di sisi lain, harga daging ayam ras juga meningkat sebesar 7,0% YoY. Meski melambat dibandingkan minggu III September yang naik 7,1% YoY, harganya masih di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) (Rp42.050/kg vs. Rp40.000/kg).
- Harga daging sapi meningkat 8,4% YoY menjadi Rp148.850/kg yang didorong oleh kenaikan biaya transportasi dan logistik, pelemahan nilai tukar yang menyebabkan kenaikan harga pakan, serta realisasi impor yang masih rendah.
- Harga minyak goreng meningkat sebesar 9,5% YoY, didorong permintaan global dan kebutuhan domestik untuk program mandatory biodiesel B50.

2. Faktor Utama Pendorong Pergerakan Harga
- Dari sisi global, harga minyak mentah meningkat ke sekitar USD 104,3 per barel pada tanggal 25 September 2026 seiring kekhawatiran pasokan karena konflik geopolitik.
- Dari sisi domestik, BMKG mencatat indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat.

3. Implikasi Kebijakan
- Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pemerintah daerah berupaya meredam kenaikan harga pangan. Bapanas bersama Dinas Ketahanan Pangan dan TPID Provinsi Sulawesi Utara telah dua kali melakukan mobilisasi Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) cabai rawit merah dari Surabaya ke Manado.
- Bapanas terus melanjutkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Per 20 September 2026, realisasi SPHP beras telah mencapai 817,9 ribu ton atau 98,8% dari target 828 ribu ton. Bapanas dan BULOG mengusulkan penambahan dan rasionalisasi target SPHP 2026.
- Berdasarkan estimasi DEN, perkembangan harga pangan yang dipantau dalam laporan ini diprakirakan akan menyebabkan peningkatan terhadap inflasi volatile foods (VF) September 2026 sekitar 2,1 poin persentase (ppt) dengan peningkatan terhadap inflasi IHK sebesar 0,3 ppt.

Share