Background
Policy Brief Jan 19, 2026

Menangkap Peluang Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Industri Alas Kaki Berorientasi Ekspor

Authors

Gaffari Ramadhan

Executive Director for Economic Strategy and Policy

Co-Authors

Annisa Tikahardinda, Krisna Gupta*, Ahmad Adi Nugroho, Latasha Safira Harahap, dan Artstein Dhimathera

Tenaga Profesional, Dewan Ekonomi Nasional

Pasca pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan mencapai 5,04% (yoy) pada Triwulan III 2025. Namun, pemulihan tersebut belum merata. Industri padat modal—khususnya pengolahan logam dasar yang didorong hilirisasi—telah melampaui tren pra-pandemi dan berkontribusi pada surplus perdagangan. Sebaliknya, industri padat karya seperti alas kaki masih berada di bawah tren sebelum pandemi.

Kondisi ini memunculkan pola K-shaped recovery yang berdampak pada struktur ketenagakerjaan. Meskipun tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 4,91% pada 2024, peningkatan tenaga kerja lebih banyak terjadi di sektor informal. Selain itu, kasus PHK pada 2024 mencapai 78 ribu orang, mayoritas terjadi di Pulau Jawa sebagai basis industri padat karya.

Melihat peran strategis industri alas kaki dalam penyerapan tenaga kerja dan peluang ekspor dalam rantai pasok global, diperlukan langkah revitalisasi melalui perbaikan kemudahan berusaha, produktivitas, ketenagakerjaan, serta penguatan ekosistem industri dari hulu hingga hilir. Studi ini merangkum hasil diskusi dan kunjungan lapangan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ke sentra industri alas kaki berorientasi ekspor di Jawa sebagai dasar perumusan kebijakan ke depan.

Share